Distribusi Domestik Turun, IPC Panjang Ingatkan Stok Sembako Daerah

Distribusi Domestik Turun, IPC Panjang Ingatkan Stok Sembako Daerah
General Manager PT Pelindo II Cabang Panjang Drajat Sulistiyo (Kedua dari kanan) saat menjelaskan kinerja pada awal media©ijilampung.com

BANDAR LAMPUNG (ijilampung.com)---Wabah virus corona 19 (Covid-19) kepada operasional pelayanan logistik Pelabuhan Panjang belum berdampak besar pada triwulan I/2020. Trafik kapal internasional bahkan naik 4% jadi 103 kunjungan dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, untuk distribusi logistik dalam negeri turun drastis 26% dibanding tahun lalu.

“Secara umum, operasional kami masih normal. Sebab, memang 85% layanan kami internasional. Ekspor komoditas masih lebih tinggi dari periode sebelumnya. Tetapi, distribusi domestik turun tajam sampai 26%. Kami menduga, ini dampak dari covid-19 di Indonesia, termasuk di Lampung,” kata Drajat Sulistiyo, General Manager PT Pelindo II (IPC, Indonesia Port Corporation) Cabang Panjang.

Statemen itu disampaikan GM bergaya milenial itu pada temu wartawan di Gedung IPC II Panjang, Jumat (17/4/20). Didampingi Kepala Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang Andi Hartono, Drajat mengingatkan seluruh pemangku kepentingan daerah untuk mengantisipasi situasi domestik. Sebab, kata dia, pelabuhan sebagai gerbang utama distribusi barang, terutama kebutuhan pokok, menjadi salah satu alat detektor ekonomi makro untuk daerah penyangganya.

Drajat mengatakan, pihaknya selalu dan terus melaporkan setiap perkembangan aktivitas pelabuhan kepada stakeholder, terutama pemerintah daerah. Bukan hanya Lampung, kata dia, Pelabuhan Panjang yang merupakan pintu logistik internasional menjadi buffer kepentingan distribusi di Sumatera Selatan dan sekitarnya di Sumatera Bagian Selatan.

“Kalau BPS mencatat fenomena pasar, menganalisis, kemudian melaporkan yang sudah terjadi, kami Pelabuhan adalah salah satu indikator yang bisa menjadi prediksi keadaan pasar ke depan. Oleh karena itu, kami selalu melaporkan keadaan real time traffict distribusi, lengkap dengan jenis komoditasnya. Harapannya, para pemangku daerah bisa mengantisipasi sehingga tidak terjadi kekurangan stok, terutama sembako,” kata dia.

PT Pelindo II Cabang Panjang merasa penting secara berkala merilis operasional pelabuhan mengingat kondisi terakhir dengan fenomena virus corona. Ia mengatakan, sebagai pelabuhan internasional, protokol kesehatan orang maupun barang memang sudah terpasang standar tinggi. Namun demikian, dengan adanya covid-19 ini, pihaknya lebih mengetatkan, bahkan menambah standar-standar baru untuk lebih pasti.

Kepala KSOP Panjang Andi Hartono menyampaikan, protokol tambahan di Pelabuhan Panjang sudah diberlakukan sejak 28 Januari 2020. Saat itu, kata dia, wabah corona sudah merebak di China dan beberapa negara lain. Karena banyak kapal yang berlabuh di Pelabuhan Panjang terkoneksi dengan negara-negara tersebut, pihaknya merespons lebih cepat.

“Mulai 28 Januari kami sudah lakukan protokol standar menghadapi covid-19. Poin-poin krusialnya antara lain, disinfeksi seluruh fasilitas pelabuhan, awak kapal dilarang turun ke pelabuhan, tidak ada orang masuk pelabuhan tanpa diukur suhu badan, wajib pakai masker dan cuci tangan, dan lainnya. Ini standar tinggi dan tidak ada pengecualian,” kata Andi.

Mengenai interaksi dengan pengguna jasa pelabuhan, Drajat Sulityo mengaku bersyukur sudah bekerja keras beberapa tahun terakhir untuk menjalankan fully digital port. Aplikasi layanan pelabuhan dengan sistem digital penuh, kata dia, sudah selesai penyediaan infrastruktur maupun instrumen lainnya sejak ahir 2018 dan dapat diterapkan dengan baik.

“Jadi, alhamdulillah kami sudah menggunakan sistem digital secara penuh sehingga semua urusan dengan pengguna jasa maupun internal tida perlu ada sistem manual. Dalam konteks ini, prasyarat physical distancing sudah otomatis berlaku. Pengguna jasa bisa pesan dan semua urusan administrasi secara daring,” kata dia.

Ditanya tentang antisipasi ke depan berkait dengan covid-19, Drajat mengajak semua berikhtiar dan berdoa agar segera pulih. Sebab, kata dia, pihaknya dan mungkin semua masyarakat dunia baru kali ini mengalami kondisi anomali akibat virus ini. Meskipun demikian, pihaknya terus mengupdate informasi terkini untuk menyiapkan opsi-opsi terbaik agar bisa berkelit dari situasi sulit.

“Untuk sementara, kita laksanakan kebijakan nasional sebagai mana arahan pemerintah. Untuk kami insan pelabuhan, bahwa amanat pemerintah, apapun kondisinya, pelabuhan tidak boleh tutup. Sebab, ini adalah salah satu infrastruktur logistik terpenting suatu kawasan. Dan untuk kebijakan lain semacam insentif dan sebagainya, nanti kita lihat perkembangan,” kata dia. (SDM)

Pilih Bangga Bangga 0%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu