Membaca Tren, Deni Bikin Maket Stadion Terkenal

Membaca Tren, Deni Bikin Maket Stadion Terkenal
Deni Yuharno menjadi entrepreneur dengan karya miniatur © IBI Darmajaya

BANDARLAMPUNG (Ijilampung.com)--- Nonton bareng siaran televisi yang tak pernah surut oleh apapun adalah pertandingan sepak bola. Fenomena itu ditangkap Deni Yuharno dan memantik instink bisnisnya. Sebab, ia melihat kegandrungan itu menghadirkan fanatisme kepada tim maupun pemain idola. Maka, lelaki kelahiran Sukadana, Lampung Timur itu menjaring para fans untuk mendekatkan kepada simbol-simbol tim-tim paling banyak penggemarnya.

“Saya tertarik bikin maket stadion-stadion ternama di Eropa, terutama Inggris karena banyak penggemarnya. Awalnya nggak laku, tetapi setelah saya posting di marketplace, sekarang banyak pesanan. Kebanyakan anak-anak muda penggila bola yang pesan,” kata alumnus IIB Darmajaya tahun 2014 ini.

Berawal dari hobi, Deni Yuharno menjadi entrepreneur dengan karya miniatur dan maketnya hingga beromset belasan juta rupiah. Ia mengaku sangat senang mendapat pelajaran entrepreneur semasa duduk di bangku kuliah. “Saat kuliah saya sangat senang dengan mata kuliah yang berhubungan dengan entrepreneur. Nilai saya selalu tinggi,” ungkapnya.

Menurutnya, dosen-dosen juga sangat membantu dalam memberikan bimbingan dan arahan ketika ingin menggeluti dunia wirausaha. “Pertama kali saya buat maket kampus itu saat kuliah tetapi yang ukuran besar (60 x 60 cm). Karena hobi saya memang di dunia arsitektur,” ceritanya.

Deni pun berpikir untuk membuat maket kampus ukuran kecil. “Saya buat waktu itu ada 30 unit tetapi hanya satu yang berhasil terjual. Setelah dipasarkan melalui marketplace, dalam seminggu ludes bahkan terdapat pesanan kembali,” ujarnya.

Beberapa institusi juga telah banyak yang memesan karyanya. “Tidak hanya kampus tapi ada pemerintahan dan sekolah yang memesan juga. Tahun kemarin kita mendapatkan pesanan untuk membuat maket RSUD dan Taman Megalithikum Kabupaten Tulangbawang Barat dalam Pekan Raya Lampung,” ucap pemenang wirausaha muda mandiri Provinsi Lampung tahun 2015 ini.

Usahanya sempat menurun, tetapi Deni berhasil bangkit dengan membuat diversifikasi produk. “Sekarang saya menerima pesanan pembuatan plakat, siluet lukisan, souvenir gantungan kunci, jam, dan pembuatan miniatur stadion di Eropa. Kita juga bisa menerima pesanan satuan,” kata dia.

Deni mengatakan pesanan miniatur stadion juga menjadi trend di kalangan anak muda pecinta bola. “Pesanannya berasal dari luar Lampung seperti Kalimantan, Jawa, dan Bali. Untuk harga maket dan miniatur tergantung tingkat kerumitan dan ukurannya dari 250 ribu rupiah sampai 20 juta rupiah,” jelasnya.

Kini, Deni menjalankan usaha dengan legalitas perusahaan berupa perseroan komanditer atau cv yang telah didirikannya. “Alhamdulillah sudah buat CV Indonesia Lapak Kreatif, tujuannya juga sebagai jalan memasarkan produk seluruh usaha kreatif anak muda di Lampung. Jadi tidak hanya usaha saya saja,” terangnya.

Mendengar kiprah Deni, Rektor IIB Darmajaya,Firmansyah YA mengatakan keberhasilan alumni menjadi entrepreneur juga membanggakan kampus. “IIB Darmajaya menginginkan mahasiswa tidak hanya memiliki kecerdasan akademik tetapi juga memiliki softskill. Mata kuliah entrepreneur merupakan salah satu cara menumbuhkan minta dalam berwirausaha,” ungkapnya.

Firman berharap semakin banyak alumni yang berkiprah sebagai entrepreneur menjadi mandiri dan membuka lapangan pekerjaan baru. “Dengan banyaknya entrepreneur di suatu daerah maka perekonomian masyarakat juga akan berdampak secara langsung. Selain sebagai entrepreneur alumni Darmajaya juga terserap oleh pasar kerja di perusahaan-perusahaan skala multinasional diantaranya Astra Internasional, Askrindo, dan Mandiri Utama Finance,” tutupnya.(IL)

Pilih Bangga Bangga 0%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 100%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu