SMA Maarif 1 Sukatani Bangun Konten Positif Lampung Selatan

SMA Maarif 1 Sukatani Bangun Konten Positif Lampung Selatan
Peserta didik SMA Ma’arif 1 Sukatani antusias mengikuti pelatihan jurnalistik© SMA Maarif 1 Sukatani

LAMPUNGSELATAN (Ijilampung) --- SMA Ma’arif 1 Sukatani gelar pelatihan jurnalistik selama 2 (dua) hari Kamis- Jumat (5-6/12) lalu di aula SMA yang berada dikecamatan Kalianda, kabupaten Lampung Selatan.

Pelatihan yang menghadirkan narasumber para pewarta media televisi Tegar TV Hendri Adi, cetak dan online Media Metropolis Dendi Hidayat serta Daulat Lampung.

Kegiatan ini digelar pasca ujian semesteran (semester ganjil)untuk memberikan pemahaman dan pengenalan mengenai media beserta teknik-teknik penulisan yang benar. Dan alhamdulilah 130 orang peserta didik dari kelas X, XI dan XII antusias untuk mengikuti kegiatan ini terang Waka Kurikulum sekolah SMA Ma’arif 1 Sukatani Sartini saat membuka kegiatan.

ijilampung.com
Waka Kurikulum sekolah SMA Ma’arif 1 Sukatani Sartini saat membuka kegiatan

“Acara ini diselenggarakan agar peserta didik terampil dalam penulisan baik untuk keperluan seorang jurnalis tingkat pelajar dan membuat konten positip mengenai sekolah serta dapat disebar luaskan kepada masyarakat”, katanya.

SMA Ma’arif 1 Sukatani berupaya menjadi bagian dari pengembangan SDM khususnya bidang jurnlistik, tambahnya.

Tiga hal yang melatar belakangi kegaiatan ini pertama meningkatkan kemampuan peserta dididik guna penulisan di media baik cetak maupun elektronik. Kedua Memberikan pemahaman tentang jurnalistik dan bijak dalam hal membuat tulisan. Yang terakhir membentuk kader Jurnalistik di tingkat pelajar yang ada di sekolah,ungkap ketua pelaksana Komala Dewi.

“Harapan kami dengan pelatihan ini dapat melahirkan para jurnalis ditingkat kelas, organisasi, dan lingkungan masyarakat. Sehingga menyebarkan konten positif baik untuk sekolah maupun kabupaten Lampung Selatan”, tambanya

Materi yang disampaikan meliputi apa itu jurnalistik, pengambilan video dan foto jurnalistik, serta cara penulisan berita.

Salah seorang peserta, Santi mengakui pelatihan ini menambah wawasannya dalam dunia jurnalistik dan teknik membuat berita.

"Sebelumnya saya sulit sekali untuk menuangkan kegiatan, sekolah, organisasi dan kejadian dilingkungan untuk dituangkan dalam sebuah tulisan dan menjadi berita. Setelah mengikuti pelatihan ini, sekarang jadi bisa untuk membuat rilis berita," kata pelajar kela XI yang hoby berorganisasi.

Pada akhir kegiatan para peserta diminta untuk membuat rilis berita mengenai sekolah, lingkungan dan pelatihan atau sisi positip yang di tempat tinggal masing-masing.(IL)

Pilih Bangga Bangga 44%
Pilih Sedih Sedih 11%
Pilih Senang Senang 33%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 11%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu