Sinkronisasi, Polinela Undang Mentor PTPN VII

Sinkronisasi, Polinela Undang Mentor PTPN VII
Agus Faroni saat memberikan materi © IL

BANDAR LAMPUNG (Ijilampung)---Sinkronisasi ilmu pengetahuan yang dikembangkan perguruan tinggi dengan fakta lapangan adalah relasi korelatif. Kesadaran itu yang kemudian ditradisikan oleh Politeknik Negeri Lampung (Polinela) secara rutin mengundang mentor praktisi untuk melakukan sharing session dengan civitas akademika.

“Hari ini kami mengundang dari PTPN VII karena perusahaan BUMN ini punya komoditas yang diusahakan dan kami Polinela punya program studinya. Kita tahu, perguruan tinggi adalah tempat berprosesnya generasi dan pusat pengembangan ilmu.

Oleh karena itu, kami merasa perlu terus melakukan sharing untuk sinkronisasi,” kata Dr. Any Kusumastuti, Ketua Program Stufi D4 Produksi dan Manajemen Industri Perkebunan Polinela di sela acara sharing session dengan nara sumber Agus Faroni, Kabag Satuan Pengawas Internal (SPI) PTPN VII, di Kampus Polinela, Minggu (8/9/19).

Mengenai program ini, Agus Faroni yang mewakili PTPN VII dalam sharing session itu, mengatakan sangat berkepentingan dengan Polinela. Kepala Bagian Satuan Pengawas Internal (SPI) PTPN VII ini menyebut, Polinela adalah mitra keilmuan bagi PTPN VII. Sebab, katanya, perguruan tinggi adalah pusat dihasilkannya inovasi dari kegiatan riset.

“Ya, program kerja sama ekspertasi seperti ini sangat penting. Sebab, kita tahu perguruan tinggi adalah pusat riset. Hubungannya dengan dunia usaha atau pelaksana di lapangan sangat erat. Idealnya, seperti kami PTPN VII bisa dapat hasil riset Polinela yang kemudian bisa diaplikasikan ke bisnis kami,” kata dia.

Namun demikian, Agus Faroni mengakui Polinela belum menjadi perguruan tinggi riset yang berdedikasi untuk menemukan teknologi atau opsi baru. Mantan Sekretaris Perusahaan itu mengatakan, sebagai perguruan tinggi dengan target memberi pelatihan dan pengalaman dunia kerja, Polinela lebih fokus kepada mendidik generasi untuk mempunyai ekspertasi pada program yang dipilih.

Namun demikian, Agus mengapresiasi Polinela yang terus menemukan opsi-opsi baru dalam teknologi bidang perkebunan. Selain pada budi daya, Polinela juga berhasil memberi stimulan kepada mahasiswa agar punya minat kepada dunia pertanian dan perkebunan.

“Peran Polinela sangat besar dalam bidang perkebunan di Lampung. Melalui Polinela, kita dapat SDM-SDM dengan ilmu dan keterampilan yang cukup baik untuk terjun ke dunia usaha. Walaupun targetnya lebih kepada menyiapkan anak-anak muda agar tertarik dengan dunia pertanian dan perkebunan,” kata dia

Di hadapan belasan dosen, Agus Faroni yang sudah keliling tugas di Unit Usaha ini menjelaskan dari a sampai z dengan tema “Manajemen Perkebunan Pada Proses Bisnis PTPN VII.” Ia menjelaskan, ada tiga hal fundamental yang dijalankan PTPN VII dalam menggerakkan usahanya. Yakni, faktor inti, faktor pendukung, dan faktor perencanaan. “Pada sektor inti, ada tiga manajemen. Yakni, manajemen tanaman, manajemen pengolahan, dan manajemen pemasaran,” kata dia.

Disektor pendukung ada Manajemen SDM Manajemen Keuangan, Manajemen Logistik Tata Kelola Teknologi Informasi; Hukum dan Regulasi, Manajemen Risiko; General Affairs, Manajemen Aset, Manajemen Lingkungan; dan K3 serta Manajemen Sarana dan Prasarana. Sedangkan di sektor perencanaan ada perencanaan dan pengembangan.

ijilampung.com
Agus Faroni saat menerima cindera mata

Dalam kesempatan ini, Agus juga menjelaskan bagaimana cara budidaya tanaman karet dan sawit, mulai dari pembibitan, Persiapan Lahan Bibitan.

Ia juga mengungkapkan tantangan dalam menjalankan bisnis perkebunan, diantaranya fluktuatif harga jual, tingkat upah kerja cenderung meningkat, kelebihan tenaga kerja, dan administrasi.

Selain itu, dalam paparan juga diungkapkan beberapa strategi dalam meningkatkan produktifitas tanaman dan tenaga kerja. Diantaranya program penyehatan kesuburan tanah, Aplikasi Latex Diagnosis, reward kepada Karyawan. (Red)

Pilih Bangga Bangga 50%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 50%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu