Batik Siger, Aura Lampung di ATF Cape Town

Batik Siger, Aura Lampung di ATF Cape Town
Batik Lampung karya Laila Al Khusna dikenakan model Afrika Selatan diajang ATF Trade Exibition di Cape Town International Conventiona © Ist

BANDAR LAMPUNG---Dada Laila Al Khusna berdebar keras ketika layar plasma raksasa yang terpasang di stage megah di Best Western Fountains Hotel, Cape Town, Afrika Selatan itu muncul tulisan Batik Siger. Wanita berhijab berusia 59 tahun itu seperti mimpi. Nama sanggar batiknya yang identik dengan daerah kelahirannya, Lampung, bisa tampil di panggung internasional itu.

Hari mendebarkan itu adalah Kamis, 13 Juni 2019. Debar hati desainer busana pemilik Siger Roemah Batik Lampung itu bertambah keras ketika beberapa gadis lokal mulai keluar dan melenggak-lenggok di atas catwalk. Perempuan dengan sapaan akrab Mama Una itu seperti tak berkedip. Ia bahkan kaget, betapa kain-kain batik yang dirancang dan dijahit menjadi baju itu menjadi terasa asing ketika berada di sorot lighting ribuan watt itu.

“Saya surprised banget hari itu. Sudah banyak pameran dan fashion show yang saya ikuti, tetapi yang di ATF (Apparel, Textile, and Footwear) Expo di Cape Town, Afrika Selatan kemarin itu sangat menyentuh hati saya. Perasaan saya seperti pameran di mana, gitu,” kata wanita energik ini.

Kiprah Laila Al Khusna memang bukan baru di industri batik rumahan. Ia juga bukan pemain amatiran yang influence karena tren lokalan. Sebab, beberapa karya batiknya sudah mendapat pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atau biasa disebut hak cipta.

Suasana Lebaran 2019 masih sangat terasa ketika Mama Una melakoni perjalanan hampir 10 ribu kilometer dari Lampung ke Cape Town. Ia membawa puluhan helai busana batik motif Lampung yang telah disiapkan beberapa bulan sebelumnya. Ya, wanita ramah itu memang mendapat undangan untuk melakukan eksibisi Batik Nusantara di Afrika Selatan itu dari Kedutaan Besar Indonesia di sana.

Dari workshopnya yang berada di Gang Bayam, Kemiling, Bandar Lampung, ia mempersembahkan sekuat yang bisa dia lakukan. Dan hasilnya, selain mendapat aplaus luar biasa, secara formal busana rancangannya juga disematkan predikat The Best Custom pada ajang itu.

Tidak itu saja, tambah Una Roemah Batik Siger yang dikelolanya mendapat pesanan 5 ribu batik sembagi dan 3 ribu batik tulis prada motif padi kombinasi tapis. “Tapi, order itu masih kami negosiasikan lagi. Sebab, untuk yang batik tulis itu butuh waktu lama banget. Bayangkan, untuk satu piece saja, kadang butuh waktu sampai seminggu. Ini pesanannya tiga ribu. Jadi, cukup berat,” kata dia.

Jadi si pemesan harus bersabar. Apalagi ini pesanannya banyak sekali.

Una mengaku, baru pertama kalinya mendapatkan pesanan dalam jumlah cukup besar dan harus ekspor. Sebelumnya, ia mengaku pernah beberapa kali mendapatkan order dari luar negeri, tetapi tidak sampai ribuan. Dan bentuknya juga syal.

Una menuturkan, batik merupakan warisan nenek moyang yang harus dilestarikan, bila tidak nanti akan hilang. "Ini yang membuat semangat berkreatifitas dan berinovasi," kata wanita yang mulai membatik tahun 2008.

Saat ini ada 25 orang pekerja yang membatik di Roemah Batik Siger. Pekerja ini terdiri dari IRT dan penyandang disabilitas (orang dengan kebutuhan khusus) juga banyak yang belajar di tempat ini.

Beragam motif khas Lampung yang telah dibuat diantaranya siger, gajah, kapal, cengkih, durian, kopi, tugu di kabupaten/ kota di Lampung, kopiah, dan lainnya.

Awal dibukanya Roemah Batik Siger ini sebagai lembaga kursus, dimana ia mengajarkan kepada ibu-ibu di sekitar lingkungannya cara membatik. Selain itu, ia juga mengajar penyandang disabilitas belajar membatik, terutama murid murid SLB di Kemiling.

"Setelah mereka pandai membatik, meminta agar Roemah Batik Siger memproduksi batik tulis dan dipasarkan. Alhamdulillah, hingga saat ini hasil produksinya sudah dipasarkan hingga mancanegara”tutup Una.

Pilih Bangga Bangga 100%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu