Pelabuhan Panjang Jadi "Trade Fasilitator" Pada 2024

Pelabuhan Panjang Jadi "Trade Fasilitator" Pada 2024
GM IPC Panjang Drajat Sulistyo menyampaikan pemaparan pada Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo© IL

BANDAR LAMPUNG (Ijilampung.com)--- Progress pengembangan Pelabuhan Panjang dipresentasikan General Manajer IPC Panjang Drajat Sulistyo kepada Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo pada acara Buka Puasa Bersama di Kantor IPC Panjang, Kamis (23/5/19).

Drajat dengan bangga menyatakan, IPC Panjang akan menjadi perusahaan yang melayani semua aspek logostik industri perdagangan pada 2024.

"Kami bukan lagi bicara rencana, tetapi melaporkan progress. Hari ini kami sudah menjadi Pelabuhan internasional dengan segala prasyaratannya. Kami juga sudah memasuki era digital port yang semua urusan bisa diurus dengan smartphone di genggaman kita," kata GM muda ini.

Drajat menginformasikan banyak hal tentang masa depan Pelabuhan Pnjang. Dengan infrastruktur yang lengkap, pelabuhan terbesar kedua di bawah IPC II ini ditetapkan sebagai pilot projek digital port di Indonesia.

Tantangan dari digital port ini, kata dia, ke depan perusahaan ini ke depan bukan lagi hanya urusan bongkar muat, tetapi perusahaan jasa yang menfasilitasi seluruh logistik industri di wilayah Sumbagsel.

Konsep logistic trade fasilitator yang dirintis IPC Panjang adalah diberi nama Bandarlampung Integrated Industrial Port (BIIP).

BIIP ini, kata Drajat, adalah program yang kemudian hari menjadi induk pergerakan IPC Panjang. Ke depan, Pelabuhan Panjang akan terintegrasi dengan jalur transportasi Jalan Tol Trans Sumatera, Jalan Nasional (Jalinsum), dan jalur distribusi lainnya.

"Untuk menguatkan posisi sebagai pelabuhan internasional, kami segera meneguhkan restricted area dan membuat jalur khusus ke Jalinsum Soekarno Hatta. Kalau sekarang kan beberapa fasilitas masih berada di wilayah umum. Proyek ini tahun ini berjalan dan dananya audah ready," kata dia.

Mengenai koneksi ke jalan tol, kata Drajat, proposal sudah masuk ke Kementerian BUMN. Dia optimistis segeraendapat respons karena prasyarat untuk memperluas layanan sebagai trade fasilitator port, pihaknya membutuhkan jaringan yang mantap.

Dalam hal ini, IPC Panjang telah mengikat komitmen dengan PTPN VII untuk memanfaatkan lahan milik BUMN Perkebunan itu seluas 350 hektare di Lematang, dalam kawasan jalan tol.

Peruntukan lahan itu, tambah Dirut kelahiran Purworejo, Jateng itu, adalah sebagai terminal logistik terpadu. Di terminal ini, nantinya manajemen logistik digital modern akan mengatur semua urusan. "Jadi, nantinya para eksportir dan importir tinggal duduk manis. Segala urusan logistik kita yang urus. Dan yang pasti, semua akan lebih murah dan kompetitif," kata dia.

Menanggapi itu, Gubernur Ridho Ficardo mengaku surprise dengan progress Pelabuhan Panjang di bawah PT Pelindo II atai IPC Panjang. Gubernur yang segera mengakhiri masa jabatannya itu mengatakan, lompatan besar IPC Panjang yang berhasil meyakinkan Pemerintah pusat adalah bukti bahwa Lampung memang punya prospek besar.

Ridho lalu menghubungkan dengan beberapa proyek nasional strategis yang sedang berjalan. Antara lain, Kawasan Industri Maritim di Pulau Pisang, Kawasan Industri Kedirgantaraan di Tulangbawang, dan beberapa yang lain.

Ridho yang membawa tim terdiri dari Kepala Bapeda Herlina Warganegara, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas PUPR, dan beberapa pejabat lain membuka diri untuk IPC Panjang. Dia menyoroti tentang rencana reklamasi untuk perluasan pelabuhan, hendaknya dikaji secara komprehensif.

Meskipun demikian, ia sangat mendukung rencana jangka menengah IPC Panjang yang akanenempatkan Lampung sebagai salah satu poros distribusi logistik dunia.

"Hari ini kita menyaksikan betapa Tanjung Priok sudah overload. Ini adalah kesempatan Lampung sebagai buffer. Ini sesuai dengan Renstra pembangunan Nasional yang banyak memberi kesempatan kepada Lampung. Saya mendukung penuh," kata dia. (SDM)

Pilih Bangga Bangga 33%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 33%
Pilih Terpukau Terpukau 33%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu