Safari Ramadhan, IPC Panjang Teguhkan Komitmen

Safari Ramadhan, IPC Panjang Teguhkan Komitmen
Komisaris Utama IPC Tumpak H Panggabean saat memberikan santunan pada anak yatim ©HMS IPC Panjang

BANDAR LAMPUNG (Ijilampung,com)---Pulau Pisang di Pesisir Barat, Lampung menjadi bumper film pendek yang ditayangkan membuka acara Safari Ramadhan IPC Panjang di Ballroom Hotel Novotel, Senin (13/5/19).

Scene-scene berikutnya, hampir seluruh ikon Lampung, dari Menara Siger, Jalan Tol, TNWK, dan segala keunggulan Lampung mengisi big screen yang terpasang di centre stage.

Film itu mengawali company profile IPC Panjang (PT Pelindi II Cabang Panjang) Lampung yang telah menjadi Pelabuhan Internasional dengan segala proyeksi dan target-target yang segera diwujudkan.

Acara Safari Ramadhan dengan tema "Ramadhan Sebagai Ajang Silaturahim Menuju Era Baru Pelabuhan Panjang dihadiri Komisaris Utama IPC Tumpak H. Panggabean, Dirut Elvyn G. Masassya, dan GM IPC Panjang Drajat Sulistyo, serta para pejabat di lingkungan Pemprov Lampung.

Seribuan undangan menghangatkan suasana, termasuk seratusan anak yatim yang mendapat bingkisan dari perusahaan. Juga sepuluh penyandang disabilitas yang disumbang berbagai alat bantu, seperti kursi roda atau alat bantu dengar.

ijilampung.com
General Manajer IPC Cabang Panjang Drajat Sulistyo

Dalam pengantarnya, General Manajer IPC Cabang Panjang mengatakan, Bulan Puasa menjadi momen terbaik untuk menjalin relasi dengan stake holder, lebih utama dengan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, selain mengundang para pejabat dan para mitra kerja, pihaknya juga mengajak serta warga sekitar perusahaan dan anak-anak kurang beruntung untuk disantuni.

“Safari Ramadhan bagi keluarga IPC, termasuk IPC Cabang Panjang adalah agenda rutin yang sangat kami jaga. Alhamdulillah, tahun 1440 H ini, kami punya kesempatan mengadakan acara ini di tempat ini. Kami juga bersyukur bisa sedikit berbagi dan mengajak anak-anak, juga para tetangga kami menikmati suasana ini,” kata Drajat Sulistyo.

Mengenai perkembangan Pelabuna Panjang yang dia kelola, pria 40 tahun ini menyatakan pihaknya terus mengoptimalkan seluruh potensi dan kesempatan yang ada untuk mencapai target. Bekerja sama dengan Kesyahbandaran, Bea Cukai, dan pihak keamanan, IPC Panjang kini telah menjadi Pelabuhan Internasional.

“Pelabuhan Panjang yang berada di jalur strategis di Provinsi Lampung mempunyai modal dasar yang sangat kuat untuk menjadi pintu gerbang mobilitas logistik internasional. Oleh karena itu, prasyarat untuk menjadi setara dengan Pelabuhan Internasional terus kami genjot. Kami punya resorces anak-anak muda yang kreatif. Dan hari ini, kami telah memasuki era industri 4.0 dan menjadi pelabuhan dengan pengelolaan berbasis digital atau digital port,” kata dia.

Kepada Dirut IPC dan jajaran, Alumnus UGM asal Purworejo (Jateng) ini meminta dukungan dan kepercayaan untuk mengelola pelabuhan Panjang lebih modern dan baik lagi. Juga kepada Pemprov Lampung, Forkopimda, stake holder, dan para pengguna jasa, Drajat mengharapkan kerja sama dan atensi untuk kemajuan bersama.

ijilampung.com
Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya

Sementara itu, Dirut IPC Elvyn G. Masassya dalam sambutannya menyatakan bangga dengan progress Pelabuhan Panjang yang cukup atratktif. Mantan Dirut BPJS Ketenaga Kerjaan (Jamsostek) ini mengatakan, di area kerja Pelindo II (IPC II), terdapat 12 Cabang, dan semuanya ada agenda Safari Ramadhan. Tetapi, kata pria kelahiran Medan berumur 52 tahun ini, tidak semua bisa dia hadiri.

“Saya memilih hadir di acara Safari Ramadhan di IPC Cabang Panjang ini karena prestasinya yang luar biasa. Dalam beberapa bulan terakhir, saya melihat progress programnya sangat baik. Saya sampaikan terima kasih dan supaya terus dijaga peningkatannya,” kata dia.

Elvyn menegaskan, IPC pada dasarnya adalah perusahaan penyedia jasa pelabuhan bagi kapal-kapal yang akan mendistribusikan barang. Konsep pelayanan pelabuhan, kata pria ramah yang juga musisi ini, adalah cepat, murah, dan dan mudah. Jika tiga hal ini bisa dijalankan oleh perusahaan penyedia jasa pelabuhan, maka tidak ada moda transportasi lain yang bisa menandingi.

“Mengapa distribusi barang memilih angkutan laut? Itu karena punya keunggulan komparatif utama, yakni murah dan kapasitasnya yang banyak. Tetapi, ada masalah yang harus dijawab oleh penyedia jasa pelabuhan, yaitu mudah dan cepat. Dengan era digital yang diterapkan IPC, termasuk di IPC Panjang ini, kemudahan itu sudah terjawab. Banyak birokrasi dan urusan yang selama ini sulit bisa kita pangkas. Tinggal, bagaimana membuat angkutan ini cepat. Ini pr kita bersama,” kata dia.

Sementara itu, sebagai mitra kerja, Prayoto, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang memuji kepemimpinan “anak muda” versi Drajat Sulistyo. Dalam tiga bulan terakhir, kata dia, Pelabuhan Panjang menjadi salah satu trending topik dalam kancah kepelabuhanan karena berhasil membuktikan mimpinya.

“Pertama kali bertugas di sini, beliau minta berjanji akan memasukkan kapal mega cargo ke pelabuhan Panjang. Lalu, saya tantang dia untuk membuktikan. Dan, tiga bulan yang lalu dibuktikan dengan masuknya kapal besar (Balthasar Schulte) sepanjang 265 meter. Ini luar biasa,” kata dia.

Pranyoto juga mengapresiasi kinerja IPC Panjang yang berhasil merangsang produsen berbagai produk agro di Lampung dan Sumbagsel untuk mengekspor lewat Pelabuhan Panjang. Menurutnya, berbagai komoditas, termasuk ekspor buah, sudah memberi kepercayaan kepada Pelindo panjang untuk mengirim ke luar negeri.

“Dalam tiga bulan terakhir, volume ekpor dari pelabuhan Panjang naik 11 persen. Ini luar biasa. Tepuk tangan untuk Pak Drajat dan seluruh stafnya,” kata Pranyoto. (SDM)

Pilih Bangga Bangga 0%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 100%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu