Fly Over Mengubah Wajah Bandar Lampung

Fly Over Mengubah Wajah Bandar Lampung
Flay Over Pasar Tugu, Bandar Lampung© IL

BANDAR LAMPUNG---Minibus Terios Putih BE-2616-JG itu melambat saat hendak sampai mulut fly over MBK dari arah Rajabasa, sore awal Maret lalu.

Dua sisi kaca mobil berpelat Lampung Utara itu dibuka lebar.

Beberapa kali sang sopir tampak tengak-tengok memastikan arah. Dan, akhirnya kendaraan Daihatsu itu memilih menepi di ujung Jalan ZA Pagar alam.

“Numpang tanya, Pak. Kalau mau ke Gunung Sulah lewat atas apa lewat bawah, ya?”

Suara kalimat tanya itu terdengar cukup keras dari kursi penumpang depan kepada seorang pengendara sepeda motor yang sedang parkir.

Lalu, komunikasi dua arah terjadi, lengkap dengan peragaan sang pengendara motor untuk menunjukkan arah yang benar.

“Terima kasih, ya Bang. Maklumlah, sudah lama sekali nggak ke karang (Tanjungkarang, red). Dulu belum ada fly over begini. Jadi bingung,” kata sang penanya.

Drama sore itu bukan hanya sekali terjadi. Sejak dibangun jembatan layang di Bandar Lampung, banyak pendatang dari luar kota terbelalak dan berakhir dengan bertanya. Mereka menilai perkembangan kota bersemboyan Tapis Berseri ini demikian cepat.

Percepatan pembangunan insfrastruktur yang merupakan program prioritas Walikota Bandar Lampung Herman HN dalam enam tahun terakhir telah membangun 8 (delapan) proyek prestisius berupa jalan layang dan terowongan (under pass).

Pada tahun 2013, 3 (tiga) fly over dibangun Pemkot Bandar Lampung. Yakni, Fly over Antasari--Tirtayasa, fly over Sultan Agung--Ryacudu, dan fly over Gajah Mada—Juanda.

Lalu, pada tahun 2015 dilanjutkan dengan pembangunan fly over Ki Maja—Ratu Dibalau. Pada tahun 2016 dibangun fly over Gajah Mada—Antasari. Pada tahun 2017 dibangun 3 (tiga) fly over diantaranya fly over MBK (Teuku Umar—ZA Pagar Alam), Cik Ditiro—Pramuka, dan Pramuka—Indra Bangsawan.

“Yang terakhir dibangun jalan under pass simpang Unila pada tahun 2018. Serta pada tahun 2019 ini, pemkot bandar lampung segera membangun 2 (dua) fly over kembali di jalan Untung Suropati—RA Basyid dan Kapten Abdul haq—H. Komarudin Rajabasa".

Menurut Herman, "Fly over" atau jalan layang dan under pass di Bandar Lampung memang telah mengubah wajah kota terbesar di Lampung ini.

Penampakan kota menjadi terlihat lebih modern dan yang paling utama pengaruhnya, fly over dapat menjadi solusi terbaik bagi masyarakat untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas yang sangat signifikan.

“Pembangunan fly over memang untuk kelancaran arus lalu lintas. Sekarang, jarak tempuh antar lokasi yang melintasi jalur-jalur yang dibangun fly over ini jauh lebih singkat. Sebab, kemacetan relatif sudah lebih lancar,” tutupnya. (IL)

Pilih Bangga Bangga 100%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu