Mimpi dan Ilusi

Mimpi dan Ilusi
Anggun Fariska Siswi SMA Maarif 1 Kalianda, Lampung Selatan ©IL

Semilir angin sore semakin terasa dingin, langit yang tadinya biru cerah pun perlahan mulai berubah menjadi jingga.

Dan si Matahari rupanya mulai menenggelamkan dirinya di bawah garis cakrawala sebelah barat. Saatnya dia pulang, gelap mulai datang, bulan juga perlahan mulai terlihat.

Kau tau? Moment yang paling ia suka di bumi adalah ketika menyaksikan swastamita,dimana ilusi mulai berkeliaran di kepala nya dan menunggu langit gelap berhiasi bintang dimana ribuan mimpi tergambar jelas di otaknya.

Ilusi apa? Mimpi apa?

Mari ku beri tahu, sembari aku menikmati satu lagi ciptaan tuhan yang tak kalah indah yaitu bintang.

Kalian tau..?

Semua orang berhak ber-ilusi sesuka mereka,semua orang berhak bermimpi setinggi apapun. Jika hanya berilusi dan bermimpi tanpa usaha setauku itu namanya halu.

Termasuk si dia, aku salut dengan ilusi nya yang luar biasa, aku salut dengan mimpi nya yang begitu tinggi, namun sayangnya semua itu hanya ia jadikan sekedar saja, tanpa ia lakukan usaha, tanpa ia cari pintu yang mengantarkannya pada mimpi2 dan ilusi nya.

Seperti ku bilang tadi, tanpa usaha dan tindakan berarti sama dengan halu. Tapi, kemarin dia bilang padaku dia lelah terus menerus halu, dia bosan hanya berdiam saja dengan ilusi dan mimpi nya,dia juga bilang dia ingin bangun, ingin berbuat sesuatu, berusaha agar ilusi dan mimpinya menjadi nyata.

Lalu ku bilang "Bangunlah jadikan ilusi dan mimpimu menjadi nyata, berhentilah menjadi pengkhayal tingkat tinggi yang hanya bisa berkata seandainya aku sukses,seandainya aku kaya,seandainya aku pintar, tanpa melakukan usaha apapun untuk mencapainya.

"Ia pun bangun sembari bertumpu tangan,memandangi bintang,lalu berkata dalam hati "ilusi ku harus bertepi menjadi nyata,mimpi ku juga harus kujadikan sesuatu yang nyata".

Aku pun puas dengan pernyataan nya.

Baik, malam bertambah gelap, nyayian jangkrik semakin nyaring terdengar, saatnya aku masuk.

Maaf.

Aku lupa satu hal,ada yang bertanya Dia yang kuceritaka itu siapa..?

Aku pun tak tau pasti, tapi aku selalu bertemu dengan nya di depan cermin.

Oleh :

Anggun Fariska

Siswi SMA Maarif 1 Kalianda, Lampung Selatan

Pilih Bangga Bangga 50%
Pilih Sedih Sedih 17%
Pilih Senang Senang 17%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 17%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu